25 January 2010

Pembobolan ATM

Kehidupan makin sulit, pengangguran makin banyak, orang makin materialistis, tidak menghargai proses, maunya serba instant, maka segala macam cara dilakukan untuk mempertahankan hidup, diantaranya adalah membobol uang lewat mesin ATM. Hal ini yang lagi marak di Indonesia khususnya di Bali. Mendengar berita ini saya langsung mengecek jumlah saldo tabungan saya.


Modus operandi pembobolan ATM sejumlah bank di Kuta, Bali, diperkirakan mirip kejahatan perbankan sindikat kejahatan internasional. Hal tersebut dikatakan Kabid Humas Polda Bali Kombes Gde Sugianyar di Kuta, Kabupaten Badung. Modusnya, pelaku memasang sebuah alat yang bisa mengkopi data di kartu ATM, termasuk nomor PIN ketika nasabah melakukan transaksi. Kemungkinan-kemungkinan seperti itu, bisa saja terjadi di sini, terutama di ATM-ATM yang pengamanannya kurang, seperti tidak dilengkapi CCTV.

Sementara itu, Bank Indonesia dalam rilisnya sore ini menyebutkan, dari hasil penyelidikan awal diketahui telah terjadi pencurian data kartu ATM melalui proses skimming, tapping, dan pengintipan PIN oleh pihak yang tidak berhak. Untuk itu, pihak bank sudah melakukan langkah pengamanan yang dilakukan.

Menurut sumber Kompas.com, sebuah bank nasional, yang juga menjadi korban kejahatan semacam itu, aparat berwenang dan bank telah menginvestigasi kasus tersebut. Sejauh ini sudah ada satu sindikat yang terdiri dua orang Rusia dan 5-7 orang Indonesia yang ditengarai melakukannya. Pelaku membawa data-data bank yang dicuri ke Toronto, Kanada, untuk di-dekripsi kemudian digunakan untuk melakukan pencurian dana.

Untuk itu, kepolisian mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak panik. Namun, nasabah diimbau perlu rutin mengecek saldo rekening serta mengganti nomor PIN kartu ATM secara reguler.


No comments:

Post a Comment