05 January 2010

Menciptakan Dapur Hijau Ramah Lingkungan

Saat akan membangun rumah, dapur biasanya menjadi salah satu ruangan yang harus dipikirkan dengan baik penempatannya. Apalagi di rumah kecil yang tak banyak lahannya. Sebenarnya, ruang untuk dapur tak selalu harus besar. Semua tergantung pada pengaturan yang cermat dan pemilihan perabot yang tepat. Pepatah menyebutkan "you are what you eat". Tak heran, dapur selalu mencuri perhatian. Kalau mau sehat, mari mulai dari desain dapur yang baik nan alami.


Konsep dapur hijau merupakan salah satu perubahan yang bisa kita lakukan. Dengan sedikit kekreatifan dan biaya yang tidak telalu mahal kita bisa menciptakan suatu siklus hijau di rumah kita. Mari kita praktikkan gaya hidup 'hijau' agar lebih sehat. Buat dapur yang hemat energi, mengurangi penggunaan material yang tak dapat diperbarui dan didaur-ulang, serta menghemat air. Beberapa tips ini bisa dijadikan pertimbangan.


  1. Gunakan kayu solid yang bersertifikat. Kayu lapis atau MDF memiliki kandungan lem dan bahan kimia lainnya yang berbahaya jika terhirup.
  2. Pilih perlengkapan dengan efisiensi energi yang tinggi. Hemat listrik, hemat air.
  3. Buat ventilasi yang baik agar udara dalam ruangan tetap segar.
  4. Gunakan pembersih alami, misalnya baking soda, cuka, atau sabun berbahan dasar sayuran. Ingat, bahan kimia bisa mencemari lingkungan.
  5. Perbaiki segala kebocoran pada keran air atau ganti dengan yang baru. Anda bisa menghemat bergalom-galon air setiap tahunnya.
  6. Jika lantai Anda menggunakan vinyl, ganti dengan linoleum yang lebih tahan lama dan ramah lingkungan.
  7. Manfaatkan cahaya alami semaksimal mungkin. Lengkapi dengan lampu CFL (Compact Fluorescent Light) yang dapat menghemat energi hingga 75%.

 Coba deh praktekkan tips diatas, dijamin anda akan betah berlama-lama memasak didapur. Disamping itu dapur hijau ini akan berimbas baik pada kesehatan.

No comments:

Post a Comment